Postingan

KABAR GEMBIRA

Proklamasi telah di kumandangkan  Bendera yang di jahit ibu Fatmawati telah berkibar agung dengan perkasanya di depan rumah setiap rakyat . . .  Para pemuda bangsa berlari membawa bambu yang di ikat kain itu, kain yang berlambangkan kesucian dan keberanian.  Ya . . . sang saka Merah Putih telah berkibar.  Perlambah setiap keberanian rakyat atas injakan bangsa lain.  Lebih dari 2 abad awan gelap menyelimuti ibu pertiwi Tanah kelahiran setiap manusia peribumi.  Banyak darah, pelecehan, bahkan nyawa melayang di tangan mereka.  Ketakutan demi ketakutan di alami Bahkan rumah sendiri bukan lah tempat aman untuk berlindung  Namun harapan bangsa telah terkabul.  Lembaran baru telah terbuka  Injakan dan mebantaian pun telah berakhir  Setelah para pemuda bergerak dan proklamasi pun telah di bacakan  Kabar gembira terdengar di setiap benjuru ibu pertiwi  BAhkan tuhan pun telah merestuinya.  Pada tanggal 17 Agustus 1945 kami MERD...

Sumber masalah

Aku sang malapetaka . . .  Hidup dengan kesialan . . .  Menghancurkan semua yang di temukan . . .  Aku lah sang malapetaka . . .   Tanpa sengaja membuat orang lain terluka. . .  Memiliki cinta namun keegoisan lebih dominan . . .  Aku lah malapetaka . . .  Hidup dihantui rasa bersalah . . .  Dengan kesalahan yang di awali kebohongan . . .  Aku malapetaka . . .  Tidak membawa kabagiaan namun membawa bencana . . . Mendekatkan orang dalam kesengasaraan . . .  Dengan egoisnya aku datang setelah luluh lantah aku pergi . . .  Dimana hati nurani ku, hilang entah kemana  Dimana rasa iba ku, hanya memikirkan perasaan pribadi . . .  Karya : Muhamad Firman Saputra 

Mala

Aku Bagaikan kumbang yang hidup tanpa corak  Aku bagaikan badak yang tak mempunyai culah  Dan aku seperti bintang berwarna kuning diantar bintang yang berwarna putih  Aku merasa sebagai minoritas di antara mayoritas  ya Aku manusia yang berbeda di antara manusia lainnya  Aku merasa Taksama dengan mereka  Di olok, di caci dan di maki karna perbedaan itu  Hidupku bagaikan minyak dan hidup mereka bagaikan air  Meski sama - sama cair namun seperti ada pembatas yang tidak bisa menyatukannya Aku pernah jatuh cinta . . .  Namun cinta itu berbeda . . .  Entah tujuan nya atau memang bukan untuk orang yang tepat  Tapi katanya cinta tidak pernah salah . . .  Tapi cinta ini tidak bisa di anggap benar.  Bahkan tuhan pun tidak bisa merestuinya  Aku harus apa?  Memaksakan kehendak atau aku harus mengikuti skenario dan menepis nya  karya      : Muhamad Firman Saputra

Bendera Putih

Masa Remaja adalah masa yang indah  Dimana semua hal terasa menyenangkan   Dikala masalah kecil sekecil biji jagung   Terasa begitu berat bagaikan mengangkat sebongkah batu besar     Disaat itu hari terasa begitu lamban   Dikala mimpi – mimpi berterbangan diatas angan - angan   Saat itu aku membayangkan diriku dimasa mendatang   Seperti apakah aku di saat dewasa nanti?   Angan – angan ku saat itu, aku ingin seperti bj Habibi bisa membuat pesawat   Aku ingin seperti Chef Juna, Bisa bekerja dengan hobynya   Aku pun pernah bermimpi ingin menjadi ahli Matematika    Lucu jika aku mengingatnya . . .   Aku menyesal kenapa dulu aku tidak pernah menikmati masa yang tidak akan terulang lagi    Sekarang aku bisa apa . . .   Hanya bisa menjalani hidup sebagaimana arah angin meniupnya    Setelah dewasa aku bagaikan sampan di tengah lautan Yang Hanya bisa me...